
Aceh Utara | acehtraffic.com – Rencana pembangunan jalan Bebas Hambatan (Haight Way) Aceh yang pernah berkibar dimasa Gubernur Irwandi Yusuf dan termasuk dalam perencanaan ekonomi nasional itu sempat meredup berganti kemudi pemerintahan Aceh tiba-tiba muncul kembali. Jumat 4 Januari 2013.

Dalam katalain, masyarakat yang meyakini itu dapat melihat langsung meriah pembangunan di daerahnya, jangan cuma saat pembukaan atau proses tepung tawar suatu acara saja, mereka mendengar dendangan lagu kira -kira seperti ini
"Nanggroe Aceh kaya Meulimpah, Minyeuk dengan Ges, di yup moh gata, Ulon neuk kurek, bek ta sanggah-sanggah karena tujuan untuk seujahtera gata, walaupun gata yang po tanoh yang ceudah // Tapi han akan ulon peuhah peluang gata//Adak ta komplen han akan jelas, karena ulon cukup pas bak susun rencana //
Kembali ke jalan bebas hambatan
Pada APBA 2012 dananya sudah diplot untuk pembebasan lahan untuk tahap I sebesar Rp 300 miliar.
Namun pada, Kamis 26 Juli 2012 lalu keluar kabar dari keterangan Ketua DPRA, Drs H Hasbi Abdullah, kemungkinan akan dialihkan untuk melanjutkan pelaksanaan program jalan tembus lintas tengah dan program-program mendesak lainnya.
“Anggaran tersebut rencananya akan dialihkan sesuai dengan rencana program pembangunan infrastruktur jangka menengah Aceh 2012-2017 yang kini sedang disusun Pemerintahan Aceh yang baru,” Kata Hasbi Abdullah sebagaimana dilansir serambi saat itu.
Dalam berita itu juga disebutkan Gubernur dan Wagub Aceh yang baru ingin melebarkan dan menuntaskan ruas jalan tembus lintas tengah yang dapat menghubungkan pantai timur dengan barat dan Aceh pedalaman,” ujar Ketua DPRA itu kepada Serambi seusai mengunjungi lokasi proyek jalan tembus Jantho (Aceh Besar)-Keumala (Pidie) dan Jantho-Lamno (Aceh Jaya), Kamis (26/7).
Dalam kunjungan itu, Hasbi Abdullah didampingi Wakil Ketua I dan II DPRA, masing-masing Amir Helmi SH dan Drs Sulaiman Abda MSi, serta Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (Kadis BMCK) Aceh, Rizal Aswandi.
Diakui Hasbi, anggaran untuk pembebasan tanah megaproyek jalan bebas hambatan (highway) lintas timur dari Banda Aceh ke batas Sumut sepanjang 550 kilometer (km) itu memang telah disediakan dalam APBA 2012 tahap I. Jumlahnya, Rp 300 miliar.
Rencana awal, apabila proses ganti rugi untuk megaproyek highway itu tuntas, maka pihak Korea akan menanamkan modalnya untuk membangun jalan raya bebas hambatan itu.
Namun, karena prioritas Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf lebih terfokus pada rencana pelebaran dan penuntasan ruas jalan tembus lintas tengah yang akan menghubungkan pantai timur dengan barat dan Aceh pedalaman, sehingga rencana membangun highway itu kini urung direalisasi.
Dalam kunjungan itu, Hasbi Abdullah didampingi Wakil Ketua I dan II DPRA, masing-masing Amir Helmi SH dan Drs Sulaiman Abda MSi, serta Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (Kadis BMCK) Aceh, Rizal Aswandi.
Diakui Hasbi, anggaran untuk pembebasan tanah megaproyek jalan bebas hambatan (highway) lintas timur dari Banda Aceh ke batas Sumut sepanjang 550 kilometer (km) itu memang telah disediakan dalam APBA 2012 tahap I. Jumlahnya, Rp 300 miliar.
Rencana awal, apabila proses ganti rugi untuk megaproyek highway itu tuntas, maka pihak Korea akan menanamkan modalnya untuk membangun jalan raya bebas hambatan itu.
Namun, karena prioritas Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf lebih terfokus pada rencana pelebaran dan penuntasan ruas jalan tembus lintas tengah yang akan menghubungkan pantai timur dengan barat dan Aceh pedalaman, sehingga rencana membangun highway itu kini urung direalisasi.
Setelah sekian lama tidak tersiar kabar dengan jalan bebas hambatan Aceh itu,Rabu 2 Januari 2013 reporter acehtraffic.com menemukan surveor dari kementerian pekerjaan umum Pusat sedang melakukan survey pengambilan data ketinggian tanah (elevasi) titik tengah (AS) tahap awal untuk pembangunan jalan bebas hambatan (haight way) dikawasan Gampoeng Blang Reulieng Kecamatan Sawang Aceh Utara.
Menurut Dwi Febriansyah (20) asal Bekasi yang juga mahasiswa semester 2 UNJ ini mengatakan observasi lapangan proyek tersebut untuk melakukan pengambilan data awal yang dimulai sejak 20 November 2012 dan berakhir akhir januari nanti.
Jalan bebas hambatan tersebut direncanakan dibangun sepanjang 492 kilometer dari Banda Aceh hingga lintas timur Binjai Sumatera Utara. | AT | RD |
Posting Komentar