Headlines News :
Home » , » Larangan Ngangkang, Dishubparbud Ikut Manggut-manggut

Larangan Ngangkang, Dishubparbud Ikut Manggut-manggut

Written By AM Coffee on Kamis, 03 Januari 2013 | 23.50

Lhokseumawe | acehtraffic.com - Larangan duduk ngangkang bagi perempuan Kota Lhokseumawe yang dibonceng di atas sepeda motor menuai kontroversi, kecaman pun mulai bermunculan dengan alasan membahayakan keselamatan. Berbahaya atau tidak menurut kepala dinas perhubungan, kepariwisataan dan kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ishaq Rizal bukan tata letak posisi duduk tapi sangat bergantung pada perilaku mengendarai. Jum’at 4 Januari 2013.

“kadang-kadang di jalan yang kurang pas juga kita ngebut, yang ada rambu-rambu juga kita hantam, nah ini kan perilaku,” kilah Ishaq Rizal yang ikut-ikutan manggut-manggut ucapan pemangku kepentingan daerah itu.

Lagipula menurut Ishaq, duduk menyamping di atas kendaraan roda dua merupakan budaya masyarakat Aceh yang sebenarnya justru untuk menuntun kepada ketertiban, dan dengan posisi duduk menyamping bagi penumpang perempuan tersebut juga akan membuat si pengendara lebih hati-hati sehingga akan tertib di lalu lintas.

“Budaya itu kan kebiasaan, kalau sudah terbiasa dengan pola perilaku tertentu mungkin kita akan nyaman dengan perilaku itu,” kata kepala Dishubparbud Kota Lhokseumawe itu dan Ia menilai budaya satu-satunya yang ada di Aceh itu perlu dilestarikan.
Ia menambahkan, “mungkin nenek moyang kita mengambil sikap ini kan ada pertimbangan-pertimbangan dan kalau kita lihat sekarang justru sangat positif. Tingkat kesopanan, tingkat culture masyarakat Aceh yang islaminya kental.” | AT | HR |
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Free Template | Radio Aceh
Copyright © 2013. Info Dan Media Atjeh Portal Terkini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Baharsj
Proudly powered by Blogger