Banda Aceh | acehtraffic.com- Hujan deras yang mengguyur sepanjang Rabu (2/1) sore menyebabkan sejumlah aliran sungai dari pegunungan Seulawah yang bermuara ke Krueng Raya meluap dan merendam salah satu desa di Kecamatan Seulimuem, yaitu Beureuneut di lintasan Krueng Raya-Lampanah. Rabu 2 Januari 2012
Debit air sungai meningkat secara signifikan sejak menjelang magrib kemarin. Warga sejumlah desa di Kemukiman Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar seperti Meunasah Keude, Meunasah Beurandeh, Meunasah Kulam, Meunasah Mon, dan Paya Kameng panik dan mengungsi ke lokasi-lokasi aman.
Hingga menjelang tengah malam, desa-desa yang berada di muara sungai Krueng Raya luput dari banjir luapan bersamaan dengan menurunnya debit air dan intensitas hujan mulai berkurang.
Namun di lintasan Krueng Raya-Lampanah, tepatnya di Desa Beureuneut terjadi luapan menyebabkan 90 persen dari 90 rumah di desa itu terendam dengan ketinggian bervariasi antara 1-3 meter. Sebuah jembatan di desa tersebut sempat tenggelam namun pada pukul 23.00 WIB sudah bisa dilewati kembali.
Relawan RAPI Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang berada di Beureuneut bersama tim SAR dan PMI melaporkan, hingga pukul 00.00 WIB ada 100 orang yang mengungsi ke Polindes Beureuneut.
“Kondisi pengungsi basah kuyup dan hingga dini hari ada yang belum makan. Mereka perlu bantuan secepatnya, seperti tenda, dapur umum, dan selimut, karena banyak anak-anak, perempuan, dan orang tua,” lapor Kasi Ops Kantor SAR Banda Aceh, Ibnu Haris mengutip Keuchik Beureuneut, Junaidi. Hingga dini hari, hujan masih mengguyur kawasan Beureuneut dan listrik padam.
Sedangkan di Krueng Raya, Muspika Mesjid Raya tetap siaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk. Menurut Camat Mesjid Raya, Yuslizar, akibat tingginya debit air Krueng Raya, dua buah boat nelayan yang sedang diperbaiki tenggelam dan dua lainnya sempat terbawa arus ke laut. “Alhamdulillah, warga masih sebatas siaga, tak ada korban harta benda maupun jiwa,” kata Yuslizar didampingi Kapolsek Krueng Raya, Ipda Edward M Nur.
Menjelang tengah malam, Tim SAR bersama relawan RAPI Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, PMI, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya lebih berkonsentrasi ke kawasan Beureuneut untuk penanggulangan kondisi masa panik. Tim BPBD Aceh Besar juga sudah turun ke lokasi.
Dampak hujan lebat di pergunungan Seulawah Agam juga menyebabkan SMA Negeri Lamteuba, kecamatan Seulimuem dilaporkan terendam. Sementara itu sejumlah jalan yang menghubungkan Lamteuba-Kreung Raya juga tergenang.
Sebuah Avanza yang pulang dari Lamteuba menuju Banda Aceh lewat Krueng Raya tersangkut di kawasan Ie Seu-um. Sepotong kayu berukuran sebesar paha laki-laki masuk dan nyangkut di bawah mobil yang sedang menyeberangi genangan air di atas badan jalan.
Bustamam Ali dan Muchtaruddin Yakob yang melintas jalan tersebut selepas ashar, Rabu, mengaku mereka terpaksa ekstra hati-hati melintasi jalan itu. “Meski sudah sangat hati-hati, tapi pelat nomor polisi mobil kami, BL 148 AM ikut hilang saat melintasi genangan air yang begitu deras di atas badan jalan di kawasan Ie Seu-um,” kata Bustamam Ali.
Sementara itu beberapa penduduk Ie Seu-um yang dihubungi Serambi terpisah Rabu petang mengaku sangat cemas.
“Hujan selebat ini dan derasnya air sungai di kawasan Ie Seu-um tak pernah kami rasakan sebelumnya. Saya berharap rumah saya aman-aman saja,” kata seorang perempuan paroh baya yang sesekali melihat rumahnya yang berada di seberang sungai | AT | R | Sumber Serambi| Foto Ilustrasi |

Posting Komentar