
Acehtraffic.com - Kemarin Ita Rosita (35) kedatangan tamu tak diundang pukul 11.00 WIB. Dia tak banyak tanya. Tiba-tiba terdengar ledakan dan rentetan bunyi senjata api dari kontrakan depan rumahnya yang ditempati Angga, tersangka teroris.
Jarak rumah Rosita dan kontrakan Angga di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung memang dekat, hanya sekitar 10 meter saja.
"Mengerikannya baku tembak teroris dengan Densus 88," ujar Ita di lokasi yang sedang menyaksikan rumah Angga, Kamis (9/5).
Semula dia heran dengan aksi polisi yang mengepung rumah berwarna merah tersebut, karena sebelumnya ia tidak pernah menyadari bahwa tetangganya itu adalah terduga teroris.
"Saya lihat dari dalam rumah ada Polisi berpakaian preman tiba-tiba tembak-tembakan," ungkapnya.
Tiga Jam berlalu dengan rasa takut. Akhirnya petugas meminta Ita beserta anaknya dipindah ke lokasi lebih aman.
"Saya jam 2 (siang) baru disuruh pindah, karena memang kondisi semakin mengerikan, tembak-tembakan terus terjadi, jam 2 itu kayanya Densus," paparnya.
Ita tak menghiraukan imbauan aparat. Tanpa membawa apapun perempuan asal Bekasi itu bergegas ke tempat lebih aman.
Sekitar pukul 18.30 WIB baku tembak terhenti. Tiga tersangka yang ada di dalam dilumpuhkan hingga tewas oleh Densus 88 anti teror. Mereka adalah Budi Syarif alias Angga, Sarane dan Jonet.
Sedangkan satu lainnya Hariz Fauzi berhasil dibekuk dalam kondisi selamat sekitar pukul 15.50 WIB.
Dipastikan aman, Ita pun diperbolehkan kembali pulang ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. "Rumah saya dijadikan tempat baku tembak saja, mereka masuk ke rumah saya," ungkapnya.
Dinding rumah Ita tampak mengalami kerusakan. Beberapa kaca yang ada tampak pecah.
Dia bersyukur aksi baku tembak tidak menelan korban warga, kecuali tersangka teroris sendiri. Rasa shock masih ada, namun semua keluarga dipastikan tidak ada yang terluka.| AT | M | MR |

Posting Komentar